Sabtu, 28 September 2013

ARTI PENGGERAK

MENGERTI ARTI PENGGERAK


Setelah memahami arti persatuan dan jati diri disini kita akan memahami arti dari penggerak. Menurut kamus besar bahasa indonesia arti kata penggerak adalah gerak n 1 peralihan tempat atau kedudukan, baik hanya sekali maupun berkali-kali. 2 dorongan (batin, perasaan, dsb).
ber·ge·rak v 1 berpindah dr tempat atau kedudukan (tidak diam saja).  2 (mulai) melakukan suatu usaha.  peng·ge·rak n 1 orang yg menggerakkan; 2 alat untuk menggerakkan.
          Dengan begini akan lebih muda untuk memahami arti penggerak. Sebelum melakuan pergerakkan maka perlu suatu dorongan, yang akan disertai dengan usaha untuk melakukan perubahan kedudukan entah itu mau berkali-kali atau hanya sekali saja.

Jati Diri



MENGERTI ARTI JATI DIRI




Setelah sebelumnya saya menulis tentang persatuan kini saya akan membahas tentang jati diri. Saya menulis tentang persatuan Karena perlu jiwa persatuan terlebih dahulu sebelum kita mulai untuk menjadi penggerak bangsa ini.  Saya memulai dengan telusuran saya di kamus tentang arti jati diri. Jati diri menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu; 1) ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda, identitas. 2) inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dari dalam; spiritualitas. Setelah membaca arti jati diri yang sebenarnya kita akan lebih mudah untuk memahaminya.
Berarti setiap jati diri itu mempunyai ciri, gambaran, dan identitas yang merupakan kepunyaan perseorangan dalam arti tiap jati diri mempunyai ciri khususnya masing-masing. Jati diri itu daya gerak, berarti suatu jati diri itu mempunyai semangat untuk dapat menggerakan sesuatu.

ARTI SEBUAH PERSATUAN SEBAGAI DASAR MENGEMBANGKAN BANGSA



ARTI SEBUAH PERSATUAN SEBAGAI DASAR MENGEMBANGKAN BANGSA

Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau membuatnya mempunyai suku,adat istiadat,  bahasa, agama  yang sangat beragam, mulai dari sabang sampai merauke. Mendengar banyaknya dan kayanya indonesia akan kebudayaan yang dimilikinya membuat bangsa lainpun melihat indonesia adalah sebagai bangsa yang kaya akan perbedaan namun tetap bisa hidup damai. Ini terbukti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang  diberikan gelar Honoris Causa Bidang Ilmu Politik dari Universitas Yarmouk . Lihatlah bertapa bangsa lain terkesima akan indonesia. Namun yang dilihat dan yang diketahui oleh bangsa lain diluar sana tidak sama seperti apa yang masayarakat indonesia sendiri rasakan. Menurut bangsa lain adalah sebuah kekayaan akan budaya, justru menurut masayarakat negaranya sendiri ini adalah sebuah perbedaan yang menjauhkan.
          Seperti dalam suatu survei menurut  Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips Vermonte, dalam diskusi bertajuk "Demokrasi Minim Toleransi" di kantornya, Selasa, 5 Juni 2012. Philips mencontohkan, masyarakat menerima kenyataan hidup bertetangga dengan orang yang berbeda agama. Tapi, masyarakat relatif enggan memberikan kesempatan kepada tetangganya untuk mendirikan rumah ibadah. Dalam survei CSIS, sebanyak 59,5 persen responden tidak berkeberatan bertetangga dengan orang beragama lain. Sekitar 33,7 persen lainnya menjawab sebaliknya. Penelitian dilakukan pada Februari lalu di 23 provinsi dan melibatkan 2.213 responden.
Saat ditanya soal pembangunan rumah ibadah agama lain di lingkungannya, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan lebih baik hal itu tidak dilakukan. Hanya 22,1 persen yang tidak berkeberatan.
Ibarat sebuah rumah yang berdiri dari tiang-tiang pondasi untuk dapat berdiri tegak dan melindungi orang yang ada didalamnya, begitupun bangsa ini. Tiang-tiang pondasi itu ialah segala perbedaan yang ada dalam bangsa ini mulai dari agama, suku, ras, dan bahasa. Tiang-tiang itu adalah sumber kekuatan yang paling penting, semua tiang itu haruslah berdiri bersama-sama untuk bisa memperkokoh sebuah rumah. Dan Rumah itu adalah negara tercinta kita, negara Indonesia. Jika satu saja tiang yang ada runtuh maka rumah itu akan rapuh. Namun jika semua tiang atau semua perbedaan itu dapat berdiri sama-sama maka rumah itu akan sangat kokoh untuk melindungi orang yang tinggal di dalamnya yaitu kita sebagai warga negara Indonesia.