ARTI
SEBUAH PERSATUAN SEBAGAI DASAR MENGEMBANGKAN BANGSA
Indonesia yang terdiri dari
pulau-pulau membuatnya mempunyai suku,adat istiadat, bahasa, agama
yang sangat beragam, mulai dari sabang sampai merauke. Mendengar
banyaknya dan kayanya indonesia akan kebudayaan yang dimilikinya membuat bangsa
lainpun melihat indonesia adalah sebagai bangsa yang kaya akan perbedaan namun
tetap bisa hidup damai. Ini terbukti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
yang diberikan gelar Honoris Causa
Bidang Ilmu Politik dari Universitas Yarmouk . Lihatlah bertapa bangsa lain
terkesima akan indonesia. Namun yang dilihat dan yang diketahui oleh bangsa
lain diluar sana tidak sama seperti apa yang masayarakat indonesia sendiri
rasakan. Menurut bangsa lain adalah sebuah kekayaan akan budaya, justru menurut
masayarakat negaranya sendiri ini adalah sebuah perbedaan yang menjauhkan.
Seperti dalam suatu survei menurut Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips Vermonte, dalam diskusi bertajuk "Demokrasi Minim Toleransi" di kantornya, Selasa, 5 Juni 2012. Philips mencontohkan, masyarakat menerima kenyataan hidup bertetangga dengan orang yang berbeda agama. Tapi, masyarakat relatif enggan memberikan kesempatan kepada tetangganya untuk mendirikan rumah ibadah. Dalam survei CSIS, sebanyak 59,5 persen responden tidak berkeberatan bertetangga dengan orang beragama lain. Sekitar 33,7 persen lainnya menjawab sebaliknya. Penelitian dilakukan pada Februari lalu di 23 provinsi dan melibatkan 2.213 responden.
Saat ditanya soal pembangunan rumah ibadah agama lain di lingkungannya, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan lebih baik hal itu tidak dilakukan. Hanya 22,1 persen yang tidak berkeberatan.
Seperti dalam suatu survei menurut Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips Vermonte, dalam diskusi bertajuk "Demokrasi Minim Toleransi" di kantornya, Selasa, 5 Juni 2012. Philips mencontohkan, masyarakat menerima kenyataan hidup bertetangga dengan orang yang berbeda agama. Tapi, masyarakat relatif enggan memberikan kesempatan kepada tetangganya untuk mendirikan rumah ibadah. Dalam survei CSIS, sebanyak 59,5 persen responden tidak berkeberatan bertetangga dengan orang beragama lain. Sekitar 33,7 persen lainnya menjawab sebaliknya. Penelitian dilakukan pada Februari lalu di 23 provinsi dan melibatkan 2.213 responden.
Saat ditanya soal pembangunan rumah ibadah agama lain di lingkungannya, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan lebih baik hal itu tidak dilakukan. Hanya 22,1 persen yang tidak berkeberatan.
Ibarat sebuah rumah yang berdiri
dari tiang-tiang pondasi untuk dapat berdiri tegak dan melindungi orang yang
ada didalamnya, begitupun bangsa ini. Tiang-tiang pondasi itu ialah segala
perbedaan yang ada dalam bangsa ini mulai dari agama, suku, ras, dan bahasa.
Tiang-tiang itu adalah sumber kekuatan yang paling penting, semua tiang itu
haruslah berdiri bersama-sama untuk bisa memperkokoh sebuah rumah. Dan Rumah
itu adalah negara tercinta kita, negara Indonesia. Jika satu saja tiang yang
ada runtuh maka rumah itu akan rapuh. Namun jika semua tiang atau semua
perbedaan itu dapat berdiri sama-sama maka rumah itu akan sangat kokoh untuk
melindungi orang yang tinggal di dalamnya yaitu kita sebagai warga negara
Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar