Jumat, 04 Oktober 2013

KAUM MUDA



Seperti halnya cabang tunas muda yang akan terbentuk dan tumbuh untuk memperbanyak tangkai pohon dan membuat pohon menjadi lebih rimbun, seperti itulah cerminan kita sebagai kaum muda. Jati diri yang masih baru terbentuk seperti cabang muda, yang juga memberi harapan. Jati diri kita sebagai kaum muda yang masih baru terbentuk membuat kita bisa dengan mudah terpengaruh oleh masukan baru yang akan juga membentuk jati diri kita. Jati diri seperti apa yang baik untuk kita miliki?. Jati diri yang memberikan dampak baik dan juga jati diri yang cerdas yang mampu memajukan bangsa indonesia tercinta kita. Jiwa muda yang penuh semangat ini yang sangat berarti bagi bangsa kita. Namun jiwa muda yang penuh semangat itu harus membawa suatu dampak yang baik bukan buruk. Bukan semangat untuk melakukan aksi kekerasan, bukan semangat untuk terus mengikuti budaya luar dan melupakan budaya sendiri. Tapi semangat juang untuk membawa perubahan yang baik. Kita tidak lagi berperang melawan penjajah sehingga berperang menggunakan fisik kita. Sekarang kita masih menghadapai peperangan bangsa lain juga tapi bukan karena untuk merebut kekuasaan lagi, tetapi untuk memajukan bangsa kia dan melawan bangsa lain dalam perkembangan global. Sehigga sekarang jiwa semangat yang kita miliki ini harus kita gunakan untuk berperang dangan cara menjadi kaum muda yang memiliki wawasan luas.
                Seperti tunas muda yang masih bisa dengan muda untuk digerakkan ke arah mana ia akan tumbuh. Begitu juga kita yang muda ini. Kita masih muda untuk bergerak dan menentukan arah kemana nanti kita akan melangkah. Kitalah penunjuk arah dan pembawa gerakkan untuk bangsa kita. Kita yang masih muda ini yang punya tanggung jawab untuk membuat bangsa kita tidak terus tertinggal namun bergerak naik untuk menjadi bangsa yang  dikagumi oleh bangsa lain.
                Dan seperti tunas juga yang akan menumbuhkan daun-daun baru nantinya. Kita sebagai kaum mudapun seperti itu yang penuh dengan wawasan yang akan merimbuni negeri ini dengan segudang prestasi dan penemuan baru untuk tidak hanya menjadi harapan, tetapi mewujudkan harapan itu.



wawasan


Mengerti Arti Wawasan

setelah kita memahami persatuan, jati diri, dan penggerak. kali ini kita akan memahami arti dari wawasan. menurut Kamus besar bahasa indonesia wawasan adalah
(1) hasil mewawas; tinjauan; pandangan; (2) konsepsi cara pandang. 
wawasan nasional cara pandang suatu bangsa dl hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta dl hubungan antarnegara yg merupakan hasil perenungan filsafat tentang diri dan lingkungannya dengan memperhatikan sejarah dan kondisi sosial budaya serta memanfaatkan konstelasi geografis guna menciptakan dorongan dan rangsangan dl usaha mencapai tujuan nasional. wawasan Nusantara pandangan atau anggapan bahwa Nusantara adalah kepulauan yg merupakan suatu kesatuan, termasuk semua laut dan selatnya. wawasan sosial kemampuan untuk memahami cara-cara menyesuaikan diri atau menempatkan diri dl lingkungan sosial. 

wawasan setiap orangpun berbeda karena tiap orang memiliki pengetahuan atau kesukaan akan pengetahuan tertentu. karena wawasan terbentuk dari pengetahuan kita akan seuatu dan menjadikan pengetahuan itu sebagai acuan atau konsep cara pandang kita terhadap suatu hal.


Sabtu, 28 September 2013

ARTI PENGGERAK

MENGERTI ARTI PENGGERAK


Setelah memahami arti persatuan dan jati diri disini kita akan memahami arti dari penggerak. Menurut kamus besar bahasa indonesia arti kata penggerak adalah gerak n 1 peralihan tempat atau kedudukan, baik hanya sekali maupun berkali-kali. 2 dorongan (batin, perasaan, dsb).
ber·ge·rak v 1 berpindah dr tempat atau kedudukan (tidak diam saja).  2 (mulai) melakukan suatu usaha.  peng·ge·rak n 1 orang yg menggerakkan; 2 alat untuk menggerakkan.
          Dengan begini akan lebih muda untuk memahami arti penggerak. Sebelum melakuan pergerakkan maka perlu suatu dorongan, yang akan disertai dengan usaha untuk melakukan perubahan kedudukan entah itu mau berkali-kali atau hanya sekali saja.

Jati Diri



MENGERTI ARTI JATI DIRI




Setelah sebelumnya saya menulis tentang persatuan kini saya akan membahas tentang jati diri. Saya menulis tentang persatuan Karena perlu jiwa persatuan terlebih dahulu sebelum kita mulai untuk menjadi penggerak bangsa ini.  Saya memulai dengan telusuran saya di kamus tentang arti jati diri. Jati diri menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu; 1) ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda, identitas. 2) inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dari dalam; spiritualitas. Setelah membaca arti jati diri yang sebenarnya kita akan lebih mudah untuk memahaminya.
Berarti setiap jati diri itu mempunyai ciri, gambaran, dan identitas yang merupakan kepunyaan perseorangan dalam arti tiap jati diri mempunyai ciri khususnya masing-masing. Jati diri itu daya gerak, berarti suatu jati diri itu mempunyai semangat untuk dapat menggerakan sesuatu.

ARTI SEBUAH PERSATUAN SEBAGAI DASAR MENGEMBANGKAN BANGSA



ARTI SEBUAH PERSATUAN SEBAGAI DASAR MENGEMBANGKAN BANGSA

Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau membuatnya mempunyai suku,adat istiadat,  bahasa, agama  yang sangat beragam, mulai dari sabang sampai merauke. Mendengar banyaknya dan kayanya indonesia akan kebudayaan yang dimilikinya membuat bangsa lainpun melihat indonesia adalah sebagai bangsa yang kaya akan perbedaan namun tetap bisa hidup damai. Ini terbukti dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang  diberikan gelar Honoris Causa Bidang Ilmu Politik dari Universitas Yarmouk . Lihatlah bertapa bangsa lain terkesima akan indonesia. Namun yang dilihat dan yang diketahui oleh bangsa lain diluar sana tidak sama seperti apa yang masayarakat indonesia sendiri rasakan. Menurut bangsa lain adalah sebuah kekayaan akan budaya, justru menurut masayarakat negaranya sendiri ini adalah sebuah perbedaan yang menjauhkan.
          Seperti dalam suatu survei menurut  Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips Vermonte, dalam diskusi bertajuk "Demokrasi Minim Toleransi" di kantornya, Selasa, 5 Juni 2012. Philips mencontohkan, masyarakat menerima kenyataan hidup bertetangga dengan orang yang berbeda agama. Tapi, masyarakat relatif enggan memberikan kesempatan kepada tetangganya untuk mendirikan rumah ibadah. Dalam survei CSIS, sebanyak 59,5 persen responden tidak berkeberatan bertetangga dengan orang beragama lain. Sekitar 33,7 persen lainnya menjawab sebaliknya. Penelitian dilakukan pada Februari lalu di 23 provinsi dan melibatkan 2.213 responden.
Saat ditanya soal pembangunan rumah ibadah agama lain di lingkungannya, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan lebih baik hal itu tidak dilakukan. Hanya 22,1 persen yang tidak berkeberatan.
Ibarat sebuah rumah yang berdiri dari tiang-tiang pondasi untuk dapat berdiri tegak dan melindungi orang yang ada didalamnya, begitupun bangsa ini. Tiang-tiang pondasi itu ialah segala perbedaan yang ada dalam bangsa ini mulai dari agama, suku, ras, dan bahasa. Tiang-tiang itu adalah sumber kekuatan yang paling penting, semua tiang itu haruslah berdiri bersama-sama untuk bisa memperkokoh sebuah rumah. Dan Rumah itu adalah negara tercinta kita, negara Indonesia. Jika satu saja tiang yang ada runtuh maka rumah itu akan rapuh. Namun jika semua tiang atau semua perbedaan itu dapat berdiri sama-sama maka rumah itu akan sangat kokoh untuk melindungi orang yang tinggal di dalamnya yaitu kita sebagai warga negara Indonesia.